Sangihe SuaraBanuaku.Com – Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, soroti Akurasi Data yang dirilis IPP-GBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi berbasis Masyarakat).
Menurut data tersebut pada Februari 2025 Kecamatan Tahuna tercatat angka kasus stunting tertingg yaitu 23 kasus disusul Manganitu 20 kasus, Tahuna Timur 18 kasus, dan Manganitu Selatan 17 kasus. Secara keseluruhan, tercatat 105 kasus stunting di seluruh wilayah kabupaten Kepulauan Sangihe.
Menurut Dia persoalan stunting tidak boleh dianggap remeh karena menyangkut masa depan generasi dan kemajuan Daerah karena itu pentingnya ketepatan data dalam menentukan arah kebijakan dan intervensi.
Bupati Thungari mengatakan hal ini dalam acara pelantikan dan rapat koordinasi Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Sangihe diruangl wa Serba Guna Rumah Jabatan Bupati. Rabu (09/07)2025.
Namun Meski terdapat kecamatan dengan jumlah kasus Stanting tinggi, Bupati juga menyampaikan apresiasi terhadap lima kecamatan yang tercatat nihil kasus stunting, yaitu Tabukan Selatan Tengah, Tabukan Selatan Tenggara, Kendahe, Marore, dan Tahuna Barat.
Menurut Bupati Secara nasional, dua hal yang menjadi fokus utama Presiden dalam masalah kesehatan adalah stunting dan TBC. Penanganan stunting harus dilakukan secara serius, berkelanjutan, dan berbasis pada data yang akurat.
“Kita tidak ingin sekadar mengejar angka nol stunting di atas kertas, lalu tahun depan angkanya melonjak. Yang kita inginkan adalah penanganan nyata dan berkelanjutan, bukan manipulasi data,” tegas Thungari.
Lebih lanjut kata Bupati Thungari dalam pola pencegahan stunting sebagaimana arahan Kementerian Kesehatan, Pertama, Ibu hamil tidak boleh mengalami anemia selama 9 bulan kehamilan. Jika tekanan darah rendah, segera diberi suplemen penambah darah. Kedua, yaitu pemberian protein hewani sejak dini. Bila berat badan bayi tidak naik dalam enam bulan pertama, maka perlu diberikan protein hewani tambahan seperti telur, ikan, atau daging.
Ia juga meminta koordinasi yang erat dengan pemerintah kampung dan para kapitalaung, karena penanganan stunting telah menjadi prioritas utama di tingkat kampung, termasuk dari sisi anggaran.
Selain itu, Bupati juga mengapresiasi keterlibatan berbagai elemen dalam struktur TP3S, termasuk Forkopimda, Wakil Bupati selaku Ketua TP3S, Sekretaris Daerah, serta para akademisi dari Politeknik Negeri Nusa Utara.
“Kontribusi pemikiran berbasis riset dari akademisi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas program dan melahirkan inovasi,” Terangnya
Diakhir sambutannya Bupati berharap agar TP3S mampu membangun komitmen dan sinergi lintas sektor untuk mewujudkan generasi Sangihe yang sehat dan bebas stunting. (IM)






