Ribuan warga GMIST Imanuel rayakan Paskah di kawasan Boulevard Tahuna

Tahuna (SUARA BANUAKU) – Jemaat Imanuel Tahuna merayakan Paskah dengan penuh sukacita dalam ibadah yang digelar di kawasan boulevard Tahuna, subuh Minggu (5/4). 

Perayaan tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Pekerja Sinode GMIST, Pendeta Welman Boba, yang menyampaikan pesan reflektif yang diambil dari Lukas 24:1-12 tentang makna kebangkitan Kristus dalam kehidupan umat percaya.

Bacaan Lainnya

Dalam khotbahnya, Pdt. Welman Boba menegaskan bahwa realitas kehidupan saat ini menunjukkan masih adanya tindakan manusia yang “menggunakan kematian untuk menghentikan hidup sesama.” Namun, melalui peristiwa Paskah, umat diingatkan bahwa kuasa Allah melampaui segala bentuk kegelapan tersebut.

“Batu yang menyumbat kehidupan sekarang sudah terguling. Allah sendiri yang melakukannya,” ujarnya di hadapan jemaat.

Ia menjelaskan bahwa Paskah bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum iman untuk menyadari bahwa berbagai “batu” dalam kehidupan—baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun pergumulan pribadi—dapat disingkirkan oleh kuasa Tuhan.

“Berani merayakan Paskah berarti berani mengatakan bahwa batu telah digulingkan,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kubur bagi Yesus Kristus justru menjadi gerbang menuju kehidupan. Bagi setiap orang percaya dan yang telah dibaptis dalam nama-Nya, kubur bukanlah akhir, melainkan awal kehidupan bersama Tuhan.

Namun demikian, ia menyoroti bahwa masih banyak orang yang orientasi hidupnya seakan-akan menuju kubur. Karena itu, ia mengajak umat untuk keluar dari “kubur” yang penuh keputusasaan.

“Paskah menyatakan bahwa kubur sudah kosong. Jangan mencari Yesus di kubur,” tegasnya.

Menurut dia, dalam situasi jalan buntu dan kebingungan hidup, umat tidak perlu takut karena kehadiran Yesus membawa solusi. Ia juga mengingatkan agar perayaan Paskah tidak hanya menjadi rutinitas, sementara dalam praktik kehidupan sehari-hari masih ada kecenderungan menyulitkan orang lain.

“Apa yang kamu cari dalam hidupmu? Carilah yang hidup, jangan cari yang mati,” ujarnya.

Pdt. Welman juga menyinggung kecenderungan manusia yang mudah “lupa” akan anugerah Tuhan. Ia menekankan bahwa sering kali anugerah tersebut tertutup oleh persoalan hidup yang diibaratkan sebagai batu kuburan, padahal anugerah Tuhan jauh lebih besar dari semua masalah.

Ia menambahkan, firman Tuhan terus mengingatkan umat tentang makna Paskah, dan tugas orang percaya adalah menceritakan kembali karya keselamatan yang telah mereka alami.

“Hidup kita tidak berakhir di kubur. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan hidup,” katanya.

Sementara itu, Ketua Majelis Pekerja Jemaat (MPJ) Imanuel Tahuna, Pdt. E. Abast Sentinuwo, menyampaikan terima kasih kepada  warga jemaat yang telah mengambil bagian dalam ibadah Paskah.

“Terima kasih kami sampaikan kepada semua warga jemaat yang ada dari kelompok pelayanan satu sampai dengan tigapuluh tiga yang menghadiri ibadah saat ini”, kata Pendeta Sentinuwo.

Dalton Mandak salah seorang pekerja gereja di jemaat Imanuel Tahuna mengungkapkan bahwa ibadah Paskah di kawasan boulevard sudah dilaksanakan empat kali.

“Perayaan di boulevard ini sudah dilaksanakan empat kali sejak tahun 2023 dan menjadi bagian dari kesaksian iman jemaat di ruang publik,” ujarnya.

Perayaan Paskah tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh ribuan jemaat yang memadati lokasi ibadah, sembari mengumandangkan puji-pujian dan doa syukur atas kebangkitan Kristus. (JM)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *