Sangihe, SuaraBanuaku.Com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten kepulauan Sangihe Dra Julien Manangkalangi dorong para kepala Sekolah SD, SMP, Madrasa, maupun pimpinan PAUD, agar mengusulkan pembangunan Infrastruktur Pendidikan melalui program revitalisasi sarana dan prasarana pembangunan pendidikan, ke Kementerian pendidikan Dasar dan Menengah RI di Jakarta. Apa bila hal ini dilakukan dan telah lolos Verifikasi maka dirinya optimis sudah tidak ada lagi sekolah di kabupaten Sangihe ke rusakan berat. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sangihe Dra Julien Manangkalangi kepada wartawan diruang kerjanya. Kamis (10/06)202

“Apabila usulan dari sekolah sekolah diterima dan sudah lolos verifikasi saya Optimi di Kabupaten kepulauan Sangihe sudah tidak ada lagi sekolah dengan kerusakan berat, baik tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Madrasah, maupun PAUD. ” Ujar Manangkalangi.
Komitmennya dalam mempercepat penanganan sekolah yang mengalami kerusakan juga ditunjukannya melalui respons langsung terhadap kondisi di lapangan.
Dari data yang diperoleh dari Dinas Dikbud Sangihe bahwa pada tahun 2025 sebanyak lima sekolah Dasar dan Madrasah serta 1 SMP yang sudah di Revitalisasi, sementara tahun ini ada 3 PAUD dan 1 SMP Adven yang lolos Verifikasi dari Kementerian pendidikan dan Kebudayaan RI. Dalam waktu dekat akan segera dibangun
“Repitalisasi sekolah bukan semata-mata pembangunan atau perbaikan gedung, melainkan investasi jangka panjang dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan inspiratif bagi peserta didik,” ujar Manangkalangi.
Lanjut dikatakan manangkalangi, pendidikan merupakan investasi yang akan menentukan kualitas generasi masa depan. Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten kepulauan Sangihe sebagai mana Visi dan Misi Pemerintah Daerah yaitu misi keempat ……dan ke tujuh terus yaitu……menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, penguatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan pendidikan berbasis budaya dan kearifan lokal.
“Revitalisasi bukan sekadar perbaikan bangunan, tetapi menghadirkan kembali harapan anak-anak murid dan guru. Ruang kelas yang lebih layak menghadirkan suasana belajar yang lebih nyaman, 1sementara lingkungan sekolah yang baik akan menumbuhkan semangat belajar dan semangat mengajar,” ujarnya.
Manangkalangi berharap satuan pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus mengawal berbagai program prioritas pendidikan. Melalui percepatan revitalisasi sekolah, serta penguatan kompetensi guru, yang berkualitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan yang bermutu. (IM/ADV)






